Guru Baru | Setelah Bali mengadakan pemulikada Bali 2013 maka yang paling dicari tentunya adalah Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013 maka disini kami hadir disini untuk memberikan informasi mengenai Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013 yang akan terus di update secara berkala untuk memberikan informasi kepada sobat semuanya khususnya mengenai Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013.
Namun sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013 ini maka ada hal yang menarik dari Pilkada Bali sendiri karena hanya ada dua kandidat yang bertarung untuk memperebutkan suara terbanyak Bali dan menjadi pemimpin Provinsi Bali untuk masa jabatan 5 tahun ke depan sebagai Gubernur dan Calon Gubernur Bali 2013.
Readmore → Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013
Namun sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013 ini maka ada hal yang menarik dari Pilkada Bali sendiri karena hanya ada dua kandidat yang bertarung untuk memperebutkan suara terbanyak Bali dan menjadi pemimpin Provinsi Bali untuk masa jabatan 5 tahun ke depan sebagai Gubernur dan Calon Gubernur Bali 2013.
Kedua pasangan tersebut yakni :
- Pada nomor urut 1 Pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan (Paket PAS) memperoleh suara sebanyak 50,07 Persen.
- Pada nomor urut 2 Pasangan I Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta (Paket PASTI – KERTA) memperoleh suara kalah tipis yakni 49,93 Persen.
Hal menarik dari kedua pasangan tersebut adalah
antara Made Mangku Pastika dan A.A. Puspayoga sama-sama merupakan
pasangan incumbent Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang masih menjabat
sampai saat ini, yang berhasil memperoleh suara terbanyak pada Pilkada
Bali 2008 dengan perolehan suara sebesar 1.087.910 (55,05%) mengalahkan
pasangan Cok Budi Suryawan-Njoman Gde Suweta dengan 527,861 (26,7%)
suara, dan pasangan I Gde Winasa-IB Alit Putra dengan total suara
360,724 (18,25%). Saat itu pasangan Made Mangku Pastika dan A.A.
Puspayoga dengan slogan PASTIYOGA nya didukung penuh oleh PDI-P Bali.
Sedangkan untuk posisi wagub, pasangan nomor urut 1
menempatkan Ketua DPRD Buleleng yang masih merupakan kader partai
berlambang banteng gemuk dalam lingkaran dan pasangan nomor urut 2
memasang Wakil Bupati Badung yang juga kader partai Golkar.
Dilihat dari kekuatan partai, sampai saat ini
terdapat 6 Kabupaten dan 1 Kota Madya dipimpin oleh kader PDI-P yang
terdiri dari Kabupaten Tabanan (jumlah pemilih terdaftar 355.909),
Gianyar (jumlah pemilih terdaftar 355.736), Bangli (jumlah pemilih
terdaftar 180.827), Klungkung (jumlah pemilih terdaftar 156.897),
Buleleng (jumlah pemilih terdaftar 538.564) dan Jembrana (jumlah pemilih
terdaftar 221.337) serta Kota Madya Denpasar (jumlah pemilih terdaftar
428.772), sedangkan 2 Kabupaten lain dipegang oleh kader Partai Golkar
yakni Kabupaten Badung (jumlah pemilih terdaftar 313.655) dan Karangasem
(jumlah pemilih terdaftar 367.666). Dengan demikian paket PAS boleh
berbangga hati karena “diatas kertas” dapat menguasai mayoritas suara
pemilih di Bali dari total DPT sebanyak 2.919.363 orang apalagi pasangan
lawan (Paket Pasti – Kerta) didukung oleh gabungan partai yang citranya
“dianggap” buruk oleh beberapa kalangan masyarakat Bali sehingga juga
merupakan nilai tambah bagi pasangan nomor urut 1 ini.
Dilihat dari figur, Drs. Anak Agung Gede Ngurah
Puspayoga, tokoh Puri Kesiman yang lahir di Denpasar 7 Juli 1965 ini
merupakan kader asli PDIP yang memulai karir politiknya sebagai Ketua
PDI Denpasar 1997 – 2000, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan 1995 – 1997,
Ketua PDI Perjuangan Desa Denpasar Timur 1982, Ketua DPRD Kota Denpasar
1999-2000, Walikota Denpasar 2000-2005, 2005-2008 dan Wakil Gubemur Bali
2008 – 2013. Bapak satu orang anak ini dikenal sebagai orang yang
bersahaja dan murah senyum dan merupakan adik kandung Cokorda Ratmadi
(Cok Rat) tokoh sekaligus elit PDI-P Bali yang saat ini menjabat sebagai
ketua DPRD Bali.
Menurut catatan penulis, harus diakui selama ini tidak
banyak prestasi yang pernah diraih oleh figur ini selain kiprahnya
dalam partai kecuali mungkin karena melantik bupati buleleng tanpa
mandat dan tidak hadir dalam debat terbuka pilgub yang disiarkan stasiun
Metro TV beberapa waktu lalu yang membuat namanya semakin banyak
diperbincangkan. Mereka yang memiliki orientasi terhadap partai akan
berjuang untuk mengantarkan pasangan ini menuju Bali-1.
Made Mangku Pastika pria kelahiran Desa
Sanggalangit - Buleleng, 22 Juni 1951 silam dikenal masyarakat Bali
sebagai figur non partisan yang namanya mulai mencuat setelah
keberhasilannya menangkap para pelaku aksi teror Bom Bali I tahun 2002
silam dan menjadi Kapolda Bali tahun 2003-2005. Selama menjabat sebagai
Gubernur Bali 2008 – 2013, ada beberapa program inovatif yang telah
dilaksanakan dan dirasakan langsung masyarakat Bali terutama masyarakat
miskin diantaranya melalui program Jaminan Kesehatan Bali Mandara
(JKBM), Gerbangsadu dan bedah rumah tidak layak huni. Profil Made Mangku
Pastika yang cerdas tegas, pekerja keras dan disiplin dianggap
pendungkungnya sebagai figur yang pantas memimpin Bali lima tahun
kedepan meskipun tidak lagi diusung oleh partai terbesar di Bali
(PDI-P).
Namun seiring perkembangan dan dinamika politik di
Bali ditambah dengan pengalaman masyarakat Bali terhadap berbagai ajang
pesta demokrasi (Pilkada Bupati, Pileg, Pemilu dan Pilpres) paradigma
masyarakat saat ini sudah mulai bergeser menuju pemikiran dan sikap
rasionalitas yang lebih mengutamakan “figur” daripada partai. Partai
dianggap hanya mengakomodir kepentingan kelompok tertentu sehingga
acapkali kepala daerah yang berasal dari kader partai seakan melupakan
masyarakat yang telah memilihnya. Tidak sedikit kepala daerah dari
partai yang tidak mampu mengelola daerahnya sendiri atau tidak memiliki
inovasi dan terobosan baru untuk kemajuan daerah yang dapat dirasakan
masyarakatnya karena mengusung kader karbitan yang belum siap sebagai
pejabat publik yang menjadi milik seluruh masyarakat. Selain itu,
menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol dipicu pula oleh
konflik internal yang terjadi dihampir semua partai yang ada.
Meskipun dalam Pilgub Bali 2013 ini kedua pasang
kandidat diusung oleh partai, namun tidak dapat dipungkiri ketokohan
atau figur dianggap memiliki daya tarik tersendiri bagi pemilih.
Asal-usul, karir, jejak rekam serta kualitas kandidat sangat berpengaruh
terhadap masyarakat Bali dalam menentukan pemimpin daerahnya sehingga
meskipun tidak sepenuhnya benar, Pilgub Bali 2013 merupakan persaingan
antara “Partai dengan Figur”. Siapa nantinya yang akan mendapat
kepercayaan Masyarakat sebagai pemimpin Bali tentunya sangat ditentukan
oleh kedewasaan masyarakat Bali dalam menentukan pilihannya 15 Mei 2013.(politik.kompasiana.com/2013/05/14/pilkada-bali-2013)
Sedangkan Hasil Quick Count Pilkada Bali 15 Mei 2013 silahkan cek di Hasil Pilkada Bali Hitung Cepat 2013.

